INDAH DIMATA-NYA


Bagian 2: Tertutup

Aku tidak terlalu paham apa arti sebenarnya dari cita-cita itu. Sejak kecil aku hanya mengetahui  cita-cita itu selalu berhubungan dengan kedudukan, posisi, atau pekerjaan yang diharapkan untuk masa yang akan datang. Menurut KBBI sendiri, cita-cita adalah keinginan (kehendak) yang ada dalam pikiran. Terkadang aku masih susah dalam mebedakan antara cita-cita, impian, angan-angan, dan harapan. Mungkin yang lebih paham dapat menjelaskannya.

Beberapa hari selanjutnya setelah kunjungan silaturrahim ke rumah bibi, ada hobi baru yang perlahan-lahan muncul menyesuaikan cita-citaku saat itu. Menggambar dan membuat denah petak-petak rumah serta menelusuri jejak desain rumah mulai dari interior hingga eksterior. Wallaupun hanya sebuah gambar-gambar saja, hal itu sudah lumayan menyita waktu luangku. Aku juga pernah berkeinginan ingin mendesain rumah sendiri seperti bibi. Bahkan keinginan itu masih ada dalam list mimpi yang harus ku gapai beberapa tahun yang akan datang.

Tak ada kata istirahat bagi waktu. Kesibukan dan pemahamanku tentang dunia mulai bertambah. Saat aku berada di bangku SMP, ibuku adalah salah satu guru yang mengajar di sekolahku. Bagi kalian yang pernah berada di posisiku, bagaimanakah perasaan kalian? Tentu saja kenyamanan sedikit terganggu. Bukan karena takut akan diawasi oleh orang tua dalam waktu 7 x 24 jam, namun ketidaknyamanan akan diawasi oleh beberapa guru yang mungkin peduli denganku. Ya, husnudzon aja sih. Tapi dengan dianggapnya sebagai anak seorang guru ditambah dengan adanya fakta bahwa saudaraku merupakan alumnus dari SMP yang saat itu ku tempati sebagai lulusan dengan predikat nilai terbaik pada masanya, seperti ada bisikan dalam diri ini, bahwa aku harus membuat orangtua bangga seperti saudaraku itu. Yah… alhasil aku hanya fokus pada materi pelajaran, membaca, latihan soal, dan berputar saja pada lingkup itu seperti anak teladan yang padahal bukan teladan. Saat itu juga duniaku sedikit tertutup karena hanya memahami materi yang ada di buku, tidak terbuka, kurang peduli dengan dunia luar, dan terbiasa membatasi diri untuk mengikuti kegiatan. Aku tahu ada istilah “Buku adalah jendela dunia” tapi serasa masih kurang jika memahami dunia hanya dengan membaca dan tidak terjun langsung kedalam lingkungan dunia yang sebenarnya. Penyesalan selalu ada pada akhir dan penyesalan itu ada hingga kini.

#komunitasonedayonepost
#ODOPbatch6
#Day-9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA MERONA

MENELAN DUSTA