SENJA MERONA
Bagian 2: Senja Menemani
“Senja?” Seruan namaku terdengar begitu saja. Refleks ku menoleh kearah datangnya suara. Aku melongo melihat orang yang menyapaku barusan. Lelaki bertubuh tinggi ramping dengan tangan berkulit kulit sawo matang memeluk tiga tumpukan buku didepan dadanya. Tidak ku sangka jika seseorang yang yang biasanya tidak menganggapku ada, memanggil namaku. Dia menatap dengan senyum mempesonanya.
Aku masih menatapnya. “Mengerjakan tugas?” Tanya Sean sembari berjalan menuju arah tubuhku menghadap. Segera mungkin aku mengalihkan padangan darinya. “Oh? Ya … begitulah.” Aku meraih pena diatas buku yang terbuka pada halaman 30. Sudah 15 menit aku duduk disana dan masih tetap pada halaman itu. Mungkin karena senja yang dilukis indah oleh sang pencipta telah menyihir mataku untuk tidak berpaling darinya.
“Boleh kududuk disini?” Sean meletakkan tangannya pada senderan kursi yang berada didepanku. Dia menarik kursi itu perlahan tanpa mengeluarkan suara agar tidak mengganggu lainnya. Padahal aku belum menjawab iya atau tidak untuk mempersilahkannya, dia memang selalu seenaknya saja.
Senja telah menghilang. Mataku tidak akan tergoda lagi untuk memandanginya, sehingga aku bisa lebih fokus pada tujuan mengapa datang ketempat sarang buku ini. Bola mataku mulai fokus pada kata-kata yang berbaris rapi menyuratkan makna. Tapi setelah hadirnya lelaki yang duduk santai dengan punggung tangan kiri menopang dagu serta tangan kanannya yang setiap saat sibuk membolak-balik lembaran buku dihadapannya, membuat pikiranku hanya terfokus padanya. Matapun ikut mencuri-curi pandang pada lelaki itu, seolah dia telah menjadi magnet yang siap menarik besi walaupun berkarat. “Dasar Sean … tak bisakah kamu pergi dari hadapanku, setidaknya membuatku sedikit lebih tenang. Jangan membuat jantung ini berdebar-debar lagi …” Ingin sekali ku mengucapkan kalimat itu langsung padanya. Tapi apalah daya, otak dan hati selalu tak bersahabat jika ada dia. Pikiranku sangat ingin menghindar darinya, tapi hati memberontak ingin selalu dekat dengannya.
Komentar
Posting Komentar