INDAH DIMATA-NYA
Bagian 4: Pilihan yang mengambang
Kelas 12 SMA adalah masa-masa dimana siswa mempersiapkan diri dalam memilih tujuan selanjutnya. Menentukan diri untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, bekerja, dan lain sebagainya. Aku pernah merasakan periode itu, tepatnya awal tahun 2017. Sebagai senior tertinggi atau siswa kelas 12 sudah tidak banyak kegiatan yang kami lakukan untuk mengisi luang seperti kegitan non akademik. Kami lebih memilih mengisinya dengan belajar. Entah kapanpun itu, tidak hanya aku, tapi semua teman angkatanku, mata kami seperti sibuk melihat teori dan soal-soal untuk persiapan diri menghadapi ujian.
Waktu seharian habis dalam lingkungan sekolah. Pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB disibukkan dengan mata pelajaran sekolah. Kami hanya memiliki waktu 30 menit untuk beristirahat. Dilanjutkan pukul 15.30 WIB hinga 16.30 kami belajar untuk persiapan unjian bagi yang mengikuti bimbingan belajar disekolah. Sekolah serasa menjadi rumah kedua bagi kami.
Latihan Soal, pembahasan Soal, hingga Try Out pun tidak dapat kami hindari. Mereka sudah seperti makanan disetiap harinya. Hal-hal yang dibahas diantara kami juga sudah berubah. Bukan tentang cinta atau kepemilikan pacar, namun diganti dengan bagaimana rencana selanjutnya setelah jadi purnasiswa. Tentu saja aku memikirkan itu. bagaimana diriku kelanjutannya. Saran untuk meneguhkan cita-cita menjadi arsitek masih saja terlintas di kepalaku. Keraguanpun tidak bisa terelakkan dalam diri ini. Aku yang saat itu tidak ingin ambil pusing lebih memilih fokus dalam belajar untuk ujian agar dapat berjalan lancar saat tanggal mainnya.
Hingga hari itu tiba, dimana aku dan teman-temanku dinyatakan sebagai purnasiswa. Aku bangga menjadi salah satu alumni dari sekolah ku walaupun tidak menjadi lulusan terbaik yang mungkin itu dapat membuat orang tuaku bangga. Saat itu aku masih belum menentukan jurusan apa yang akan kupilih. Mungkin ada beberapa daftar jurusan prioritas yang akan kupilih tanpa ada kata arsitek dalam daftar tersebut. Ya, aku memutuskan untuk tidak mengambil jurusan itu. Tapi tetap pada jurusan yang masih sejalur dengan mata pelajaran yang kusuka pada masa SMA, yaitu fisika.
Komentar
Posting Komentar