INDAH DIMATA-NYA
Bagian 5: Putusan
“SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS X PROGRAM STUDI Y.” rasanya mungkin seperti melayang diantara awan-awan jika melihat kalimat tersebut, dimana variable X dan Y adalah sesuatu yang kita inginkan. Memiliki tujuan dan rencana yang jelas membuat diri sendiri mantap dalam menjalankan kehidupan selanjutnya. Namun aku bukan salah satunya. Aku kehilangan arah dan tujuan setelah tidak lolos untuk merajut cita-cita. Rencana ada tapi seperti mengambang. Apa aku perlu melakukannya atau tidak, pikiran itu selalu berputar dikepala.
Walaupun aku salah satu dari manusia yang merelakan cita-cita untuk pergi jauh dari jasad ini, bukan berarti aku menyerah untuk berhenti berharap. Bukan lagi berharap pada manusia, harapanku hanya pada sang pencipta. Berharap akan tercapainya salah satu keinginanku walaupun tidak susuai dengan harapan. Keinginan untuk membuat orang tua bangga dan puas terhadap diriku yang masih hidup bertumpu pada mereka.
Sudah hampir menuju rencana akhir. Kekuatan yang dimiliki hanya pada doa. Hingga pada waktunya Allah membalas doa hamba-Nya yang sudah pasrah dengan tubuhnya yang tak berdaya. Badan dengan rela menyungkur. Bibir mengucap pelan kata “ALHAMDULILLAH”. Mata tak kuasa membendung air mata. Segelintiran mutiara mencair di sudut mata hingga membasahi pipi. Hati yang berusaha sabar dalam menunggu akhirnya mengucap syukur
.
Dengan segala dukungan serta doa dari orang tua, saudara, dan teman aku meraih harapan yang setidaknya dapat membuatku untuk membuka lembar baru. Aku lolos bukan pada yang sejalur dengan mata pelajaran yang kusuka saat SMA, melainkan mata pelajaran yang salalu aku tidak mengerti tentangnya. Perlu waktu tersendiri agar aku memahaminya. Jurusan yang memang diberikan khusus kepadaku saat itu. Entah akan bagaimana aku akan berhadapan dengannya.
Dengan segala dukungan serta doa dari orang tua, saudara, dan teman aku meraih harapan yang setidaknya dapat membuatku untuk membuka lembar baru. Semua pelajaran ku dapatkan selama penantian yang hampir tiga bulan itu. Diuji untuk selalu bersabar, menguatkan diri agar selalu berusaha, jatuh berusaha bangkit jatuh lagi bangkit kembali, berdoa dan berharap hingga pasrah hanya kepada-Nya, merasa jadi jauh lebih dekat dengan-Nya, selalu mengucapkan rasa syukur dengan segala keadaan yang diberikan. Intinya “Allah tidak membebani hamba-Nya melaikan sesuai dengan kesanggupannya.” Selalu berprasangka baiklah pada-Nya, karena walaupun indah dimatamu belum tentu indah dimata-Nya. Kita adalah tokoh utama dalam kehidupan kita sendiri yang menjalankan skenario yang selalu dibuat indah oleh-Nya. Tinggal bagaimana kita menjalankan hidup kita.
Komentar
Posting Komentar