KENAPA HAL BODOH MUDAH VIRAL DI INDONESIA?
Hidup di zaman dengan kemajuan teknologi yang pesat memudahkan kita dalam melakukan segala hal. Berbagai kegiatan sehari-hari mungkin sudah tidak banyak yang tidak berhubungan dengan teknologi. Berkomunikasipun saat ini tidak perlu tatap muka, dengan menggunakan teknologi kita bisa berkomunikasi jarak jauh. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah sosial media. Kita pasti tahu apa itu sosial media, karena pengguna sosial media saat ini tidak harus mengerti teknologi terlebih dahulu. Siapa saja dapat mengaksesnya. Mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua saat ini sudah banyak yang menggunakan sosial media.
Dengan kemudahan dalam mengakses sesuatu tersebut dapat menjadikan tersebarnya berita dalam waktu beberapa detik saja. Entah itu berita yang benar adanya atau berita palsu yang sering kita kenal dengan berita hoax. Sehingga perlu bagi kita untuk pandai-pandai memilah berbagai informasi yang didapat, membedakan mana yang benar dan salah, mana yang bermanfaat atau tidak.
Sebagai penikmat majunya teknologi, kita sudah tidak asing lagi dengan istilah viral. Viral yang berasal dari susunan kata virus dan virtual memiliki arti sebagai sesuatu hal informasi, kejadian, berita, dan lainnya yang menyebar luas dan secara cepat. Kebanyakan dari kita mengenal istilah viral dari dunia maya. Pertanyaannya adalah, mengapa hal bodoh mudah dan sering viral di negara kita? penjelasannya sebagai berikut.
Sebenarnya pertanyaan tersebut kurang pantas hanya tertuju pada negara kita tercinta ini. Menurut pengamatan penulis dan berbagai sumber yang telah penulis baca, alasan logis mengapa hal bodoh mudah dan sering viral di negara kita adalah banyaknya penduduk Indonesia yang lebih dari 145 juta jiwa yang dapat mengakses interntet, khususnya generasi usia sekolah yang menggunakan sosial media. Menurut data yang dihimpun dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017 menyebutkan bahwa lebih dari 50 % penduduk Indonesia menggunakan internet setiap harinya. Adapun pengguna internet terkatif yang menduduki peringkat tiga teratas adalah kalangan pelajar (usia 13-18 tahun). Sedangkan pada usia yang masih labil tersebut, kebanyakan dari mereka belum bisa memilah mana konten yang baik untuk dikonsumsi dan dibagikan.
Pada umumnya orang-orang akan merespon sesuatu yang mudah mereka serap. Sesuatu itu dapat berarti positif atau negatif. Sedangkan hal yang dapat menjadi viral adalah sesuatu yang secara cepat tersebar luas. Entah itu positif ataupun negatif. Hal yang menjadi viral kebanyakan adalah hal yang bodoh. Hal bodoh tersebut merupakan hal yang sederhana dan mudah diserap oleh semua kalangan. Tidak perlu pengetahuan tinggi untuk memahami suatu hal tersebut. misalnya, kalimat “om telolet om.” Yang viral pada tahun 2017. Kalimat tersebut dapat dipahami dari semua kalangan, mulai dari tukang becak hingga anak-anak kecil. Berbeda jika suatu hal tersebut tentang dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dan perlu pengetahuan tertentu dan dapat dipahami oleh beberapa kalangan saja.
Jadi, bukanlah orang Indonesia suka mem-viralkan hal-hal yang terlihat bodoh, namun karena hal tersebut pada umumnya berdsifat sederhana, dapat dimengerti, dan provokatif sehingga menimbulkan banyak respon dalam waktu yang cepat.
Komentar
Posting Komentar