MEMAHAMI MATEMATIKA ITU NGGAK HANYA DENGAN RUMUS DAN HITUNGAN LOH
Memahami bidang studi matematika itu tidak selalu dengan membaca teori, rumus-rumus dan hitung-hitungan. Kebanyakan orang mengira bahwa matematika hanyalah disiplin ilmu yang hanya belajar pada cakupam rumus dan hitungan hingga berkesan menakutkan bagi pelajar. Pada kenyataanya banyak sekali bidang studi yang juga berkutat pada rumus dan hitungan salah satunya fisika, bahkan fisika merupakan disiplin ilmu yang lebih sulit dibanding matematika, karena perlu penalaran tinggi untuk setiap pemecahan masalahnya.
kenapa sih matematika menjadi bidang studi yang menyeramkan bagi pelajar? Jika karena rumus dan hitungannya, itu berarti para pelajar bisa jadi akan takut pada pelajaran yang teorinya memiliki rumus tersendiri, sedangkan jika ada rumus pasti ada sesuatu yang perlu diselesaikan dengan rumus itu pula, yang pastinya juga akan kembali pada hitungan.
Nanun yang sebenarnya menjadi pusat masalah mengapa matematika itu tidak terlalu disenangi oleh pelajar adalah karena mereka belum menetahui dasar dan mengapa menggunakan rumus tersebut dalam memecahkan masalah dalam soal. Memang kebanyakan soal dalam matematika itu langsung to the point, langsung pada angka atau mencari sesuatu seperti variabel yang akan dipecahkan contohnya “tentukan x dari persamaan 2x - 5 = 10”. Walaupun kadang ada beberapa soal yang menggunakan malasah sehari-hari misalnya "Angga membeli 2 kg jeruk dan 1 kg apel dan ia harus membayar Rp 15.000,00, sedangkan Ali membeli 1 kg jeruk dan 2 kg apel dengan harga Rp 18.000,00, tentukan harga 6 kg jeruk dan 3 kg apel yang dibeli oleh Farid." itulah yang menyebabkan pelajar bosan dengan bidang studi matematika. Dia hanya mengetahui matematika hanya untuk memecahkan soal atau masalah seperti diatas dan belum mengetahui hakikat sebenarnya dari teori yang dipeajari. Sehingga memunculkan pertanyaan dari siswa seperti “sebenarnya kita belajar limit untuk apa sih?”.
Dari sinilah perlu ada yang dirubah dalam proses pembelajaran matematika. Seorang tenaga pengajar harus mengetahui karakter dari setiap sorang yang diajarnya. Tentunya model belajar pula. Ada pelajar yang cepat dalam menangkap sebuah materi atau teori, namun ada juga yang membutuhkan proses lama dalam memahami teori. Untuk mengurangi adanya pertanyaan seperti diatas, sebaiknya guru atau pengajar menjelaskan sedikit seperti apa hakikat dan untuk apa teori tersebut dipelajari. Setidaknya memberi kan gambaran kepada yang akan belajar, agar membuat rasa ingin tahu mereka bertambah.
Menjelaskan hakikat atau alasan untuk apa teori itu dipelajari tidak perlu menggunakan penjelasan yang rumit. Dengan menggunakan penjelasan seperti apa manfaat teori itu dalam kehidupan sehari-hari, atau hubungan teori itu dengan sesuatu seperti hubungan matematika dengan islam, akan ada kemungkinan pelajar lebih memahami teori dengan mudah.
Penjelasan teori menggunakan cara menjelaskan hubungan matematika dengan islam sangatlah banyak. Misalnya memahami konsep vektor dengan ketakwaan manusia dalam kehidupan, memahami konsep kejujuran dengan konsep perkalian, memahami konsep persamaan linier dengan kesatuan umat manusia, dan masih banyak lagi. Dengan cara tersebut, pelajar akan mengerti bahwa matematika tidak selalu berkutat dengan rumus dan hitungan tetapi juga dapat di integrasi interkoneksikan dengan islam. Tidak hanya matematika namun bidang studi lainnya juga dapat berhungan dengan islam. Karena disiplin ilmu itu tidak dapat berdiri sendiri dan selalu berkesinambungan.
Wallahu’alam bissawab.
#komunitasonedayonepost
#ODOPbatch6
#Day-5
Komentar
Posting Komentar