PENIKMAT TROTOAR DAN HAK PENGGUNA
Bukan jadi pemandangan baru lagi jika trotoar di kota Yogyakarta setiap meternya sudah beralih fungsi tidak sesuai peruntukannya. Mulai dari lahan parkir kendaraan, warung lesehan, hingga pedagang kaki lima (PKL) telah memakan tempat yang semestinya disediakan untuk pejalan kaki. Meskipun kesadaran masyarakat Yogyakarta akan berjalan kaki masih kurang, bukan berarti dapat mengabaikan hak pejalan kaki lainnya. Tidak sedikit dari pejalan kaki yang melontarkan keluhan akibat penggunaan trotoar yang tidak semestinya.
Ada pula beberapa fasilitas umum yang kurang tepat dalam pembangunannya. Salah satunya adalah penyediaan halte bus yang masih memakan lahan untuk pejalan kaki. Akibatnya, pejalan kaki tepaksa turun ke aspal untuk melewati halte bus tersebut. Para pejalan kaki harus tengok kanan kiri untuk memastikan kendaraan yang lewat agar tidak membahayakan keselamatan mereka. Dalam hal ini, Pemerintah perlu cermat dalam pembangunan fasilitas umum yang masih kurang dalam memberikan akses pejalan kaki.
Pemanfaatan trotoar di Yogyakarta masih belum maksimal. Hal ini didukung oleh pernyataan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dalam wawancaranya dengan pihak media masa yang dalam hal ini adalah Tribun Jogja pada tanggal 20 Mei 2018. Golkari Made Yulianto menilai bahwa pemanfaatan trotoar masih banyak yang belum optimal. Sudah menjadi tugas mereka sebagai Pemerintah yang melayani kebutuhan masyarakat memang seharusnya tidak mengabaikan hak pejalan kaki. Halte bus yang dibangun untuk memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas transportasi umum, seharusnya tidak menjadikan susah masyarakat lainnya yang ingin berjalan kaki. Sehingga dalam membangunan fasilitas tersebut perlu mempertimbangkan semua hak dan segala sesuatu yang berkaitan.
Selain itu, Pemerintah juga perlu memperhatikan masyarakat yang mengalihkan fungsi trotoar sebagai lahan kegiatan perniagaan. Seperti menyediakan lahan relokasi untuk sarana tersebut. begitu pula dengan masyarakat diperlukan kesadaran mereka dalam hal menghormati hak orang lain. Sehingga, pemanfaatan trotoar dapat dilakukan secara optimal dan tidak merugikan banyak pihak.
#Opini
Komentar
Posting Komentar