TERJEBAK TEMPO DOELO DI SUDUT KOTAGEDE



Sangat disayangkan jika menikmati suasana Yogyakarta tanpa mengunjungi Kotagede. Kotagede merupakan salah satu kecamatan yang terletak di arah tenggara kota Yogyakarta dengan jarak sekitar 5,2 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Walaupun namanya Kotagede, tempat ini tidaklah terlalu lebar, luas, maupun besar seperti kata yang tertera di namanya “gede”. Jika kamu ingin menikmati Kotagede, kamu tidak perlu bingung bagaimana caranya menuju kesana, karena sudah banyak transportasi umum misalnya busway/trans Jogja, taksi, ojek, rental kendaraan, bahkan sekarang sudah ada jasa antar online seperti ojek online ditambah lagi warga Yogyakarta itu sangat ramah, sehingga kamu tidak perlu takut untuk bertanya atau meminta bantuan.

Apakah yang menarik dari Kotagede?. Bagi setiap tempat pastilah memiliki daya tarik tersendiri. Kotagede yang kini menjadi salah satu ikon kota pelajar diketahui sebagai daerah yang kental akan sejarahnya. Kotagede merupakan bekas ibukota kerajaan Mataram dengan berbagai macam peninggalan yang hingga kini masih terjaga. Peninggalan tersebut dapat berupa bangunan fisik, makanan khas, maupun budaya masyarakat setempat. Jejak-jejak peninggalan para pendahulu Kotagede dapat kita nikmati dengan segala panca indera

Untuk menikmati kawasan pusaka Kotagede, kamu tidak perlu mengeluarkan kocek yang akan menguras kantong, karena kamu hanya perlu berkeliling dengan berjalan kaki untuk menyusuri berbagai tempat yang terletak di beberapa kampung Kotagede. Mungkin ada beberapa tempat yang perlu pengeluaran lebih jika kamu ingin menikmati keunikan Kotagede sampai rumah dengan membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta. Hanya saja waktu sehari sangatlah kurang untuk merasakan semua yang ada di Kotagede.

Apa saja yang ada di Kotagede?. Tanpa basa-basi lagi, simak beberapa tempat wisata populer yang perlu dikunjungi dan dinikmati menurut versi penulis. Jika kamu ingin melakukan wisata sejarah den wisata reliji, tempat pertama yang patut kamu kunjungi adalah Makam Raja-Raja Mataram. Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir para Raja-Raja Mataram Islam yang letaknya sekitar 100 meter dari pasar Legi. Makam ini dikelilingi dengan tembok besar yang kokoh dilengkapi gapura dengan arsitektur khas umat Hindu.Yang kedua, Masjid Agung Kotagede. Masjid ini dipercaya sebagai masjid tertua di Yogyakarta dan masih melekat dihati masyaratakat setempat karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Jika kalian tahu film Sang Pencerah yang menceritakan perjalanan mbah Dahlah sang pendiri Muhammadiyah, masjid Agung Kotagedelah yang menjadi salah satu lokasi shooting film tersebut.
Masjid Agung Kotagede oleh Nafida N

Gapura Masjid Agung Kotagede oleh Nafida N

Yang ketiga, Rumah Tradisional Jawa. Setelah berkunjung ke Masjid Agung Kotagede dan Makam Raja-Raja Mataram, kalian akan menemukan rumah-rumah dengan bentuk bangunannya memiliki arsitektur tradisional Jawa Mataram yang hingga kini masih dilestarikan dengan baik. Saat ini rumah-rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat setempat.
Sudut Rumah Tradisional Jawa oleh Nafida N

Selanjutnya adalah Langgar Duwur. Langgar ini berada tepat disebalah selatan rumah Rudy Pesik. Sebuah bangunan yang terletk di lantai dua dengan bentuk bangunan yang cukup berbeda dari sekitarnya. Langgar ini merupakan langgar keluarga yang konon dahulu merupakan tempat yang terhormat.
Langgar Duwur oleh Nafida N

Bagi kamu yang hobi hunting foto, beberapa tempat yang cocok untuk menambah koleksi foto kamu menurut versi penulis yang pastinya masih di kawasan Kotagede, diantanya Omah Pocong, Between Two Gates, Omah UGM, dan rumah Rudy Pesik.
Omah Pocong oleh Nafida N

Rumah Rudy Pesik oleh Nafida N
Between Two Gates oleh JogjaLand.net


#komunitasonedayonepost
#ODOPbatch6
#Day-2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA MERONA

INDAH DIMATA-NYA

MENELAN DUSTA