BANGAU SORE BERBICARA | Bagian sebelas


Ini adalah pertemuan keempat Amira dengan Lintang. Pertemuan yang isinya masih teka teki. Amira telah mengakhiri kelas sejak pukul 16.00 WIB. Dan saat ini jam pada ponselnya masih menunjuk angka 16 lewat 20. Butuh waktu 40 menit lagi untuk ia bertemu Lintang. Sesekali ia menyalakan layar ponselnya melihat pertambahan angka berharap pukul 17.00 WIB segera tiba. 

Sebenarnya tempat yang akan Amira datangi hanya atap tertinggi di fakultasnya. Ia hanya perlu menggunakan tangga karena ia berada satu lantai dibawahnya, tepatnya lantai empat. Amira mengembuskan napas pelan. Ia melmandang lantai berubin yang ia pijaki. Matanya mulai sayu. Perlahan kelopak matanya turun memejam. Beberapa menit ia sudah tak sadrkan diri. 

"Hei, ayo ke atas." seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya. Kepala yang ia letakkan diatas meja didepannya menghantam siai samping meja. Ia terkejut dengan pukulan tangan manusia yang entah siapa itu. Dia mengelus-elus bagian kepala yang terdaduk sembari mengangkatnya dan melihat siapa yang berulah dengannya itu. 

Mata Amita yang sipit itu masih setengah memejam. Perlahan ia membuka kelopak matanya lebar-lebar. Matanya membelalak ketika melihat si pria bertele-tele itu sudah berdiri di sampingnya. 

"Ayo ke atas." pria itu mulai menarik lengan atas Amira. Sontak dia langsung melepas tarikan pria itu. 

"Ayo cepat ke atas sebelum aku mencengkeram lenganmu dan menarikmu secara paksa." Amira hanya diam mendengarkan ucapan Lintang. Dia sudah masa bodoh dengan kelakuan tak sopan Lintang padanya. Amira mulai berdiri dan menenteng tas jinjingnya di tangan kiri. Ia beranjak dan pergi meninggalkan Lintang. 

***

"Cepat katakan saat ini juga. Aku sudah menuruti kemauan mu sejak pertama kita betemu."
Amira menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya mengahadap Lintang. 

"Apakah kamu benci sore?" pertanyaan itu membungkam mulut Amira yang sepertinya sudah berniat untuk mengoceh. Amira hanya menatap mata Lintang dengan pikiran yang sudah tidak berada di atap itu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA MERONA

INDAH DIMATA-NYA

MENELAN DUSTA