BANGAU SORE BERBICARA | Bagian sembilan


Amira mendadak membisu. Matanya yang mulai berkaca-kaca masih fokus pada tatapan Lintang dengan kepala yang mendongak. Kepalan tangannya mulai meregang setelah mendengar ucapan Lintang yang mengejutkan hatinya. Lintang mengaku bahwa ia adalah sahabat Elang. Tentu Amira akan menolak pernyataan itu, namun Lintang berusaha meyakinkannya. 

"Kamu tidak akan bisa mengelak jika aku sahabatnya Elang." 

"Buktikan bahwa perkataan mu itu benar!" Paksa Amira.

"Kamu tidak lupa mengapa aku ingin menemuimu di atap kan?" Kelopak maya Amira berkedip-kedip karena kebingungan dengan pertanyaan Lintang. Tampaknya ia memang lupa mengapa ia berada diatap beberapa waktu lalu. Dahinya mengerut seperti sedang memikirkan sesuatu. gadis itu benar-benar lupa mengapa ia menuruti permintaan Lintang kemarin sore.

"Seperti kataku kemarin sore. Ada yang ingin kusampaikan padamu." Amira memalingkan muka dari hadapan Lintang. Ia berusaha tak peduli dengan ucapan pria jangkung itu. 

"Aku serius. Tolong dengarkan dan hargai aku." Lanjutnya setelah melihat perangai Amira yang acuh tak acuh padanya. 

"Lalu mengapa kamu bersikeras berucap bahwa dirimi pendampingku?"

"Aku minta maaf atas kejadian sebelumnya. Tapi hal itu memang ada hubungannya dengan Elang Ariawan." Amira menyipitkan mata.

"Terserah kamu percaya atau tidak, dengarkan aku dan hargai aku."

"Langsung saja, apa yang ingin kamu sampaikan padaku?"

"Aku akan menyampaikannya jika kamu ingin ikut denganku ke suatu tempat."

"Kenapa aku harus selalu menurutimu? "

"Kamu akan menyesalinya jika tidak mengikuti perkataan ku karena ini demi Elang." 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA MERONA

INDAH DIMATA-NYA

MENELAN DUSTA