BUKAN PENCURI
“Aku bukan pencuri.” Itulah yang ingin kami katakan kepada manusia yang biasa menuduh kami dengan sebutan pencuri.
Aku sadar jika kami adalah bangsa kucing liar atau kucing jalanan tidak memiliki tempat. Sekali memiliki tempat kami harus bisa mempertahankan tempat itu. JIka bukan kucing yang kuat dan garang, tempat itu bisa saja diambil kucing lain yang lebih sangar. Lalu bagaimana dengan kami para kucing jalanan yang lemah? Terlebih kami para betina.
Menjadi kucing betina merupakan kehendak dari tuhan yang maha kuasa. Tapi menjadi kucing liar bukanlah suatu pilihan. Terkadang aku sedikit iri dengan kucing-kucing rumahan. Tidak, maksudku kucing yang dirinya diasuh oleh manusia dan tinggal nyaman di rumahnya. Aku tidak tahu bagaimana perasaan mereka jika diasuh oleh manusia, pikirku hidup mereka akan terjamin. Karena aku adalah kucing yang hidupnya dijalanan. Hidup itu memang ‘sawang sinawang’. Kita melihat dia enak dengan hidupnya dan merasa menderita dengan kehidupan kita. mereka pula merasakan seperti apa yang kita rasakan. Ingin kehidupan yang bebas. Memang makhluk yang kurang bersyukur.
Aku tak apa dengan kehidupan yang terlihat menyedihkan seperti itu. tapi aku sangat berhaap kepada para manusia yang memiliki akal dan hati. Setidaknya mereka tidak pelit kepada kami. Kami hanya memakan makanan sisa kalian, tapi kalian malah mengusir kami. Itulah alasan mengapa kami terlihat seperti pencuri. kami tidak akan mencuri jika kalian para manusia berbaik hati dalam har berbagi walaupun kepada hewan malang seperti kami. Kami tidak meminta makanan yang mewah, kami hanya ingin makanan yang dapat mengenyangkan perut kami dan anak-anak kami. Kami hanyalah hewan kecil yang tak punya akal dan membutuhkan kasih sayang dari para manusia.
Komentar
Posting Komentar