CURHATAN SEPASANG SEPATU
Hai, kenalkan aku adalah salah satu benda yang di produksi oleh produsen. Ya, aku diciptakan oleh manusia, bukan dilahirkan. Kalian manusia pasti tahu akan diriku, karena jika tidak ada diriku mungkin kalian bisa terluka, karena aku diciptakan bukan hanya untuk menghiasi tubuh kalian, tapi sebagai pelindung kalian. Manusia menganggapku sebagai kebutuhan sekunder. Oke aku dibutuhkan hanya saat-saat tertentu.
Aku diciptakan dengan berbagai jenis sesuai kegunaanya. Ada yang menciptakanku khusus untuk olahraga, untuk penari balet, dan lain sebagainya, untuk menghadiri acara pun berbeda-beda. Aku senang menjadi benda yang berguna untuk manusia. Aku sangat berterimakasih kepada sang penemu pertama diriku, yang entah siapa itu.
Aku dicipatakan selalu memiliki pasangan. Jika aku kiri, pasanganku adalah kanan. Jika aku kanan pasanganku adalah kiri. Jika pasanganku menghilang, mungkin aku akan menjadi benda yang terbuang, karena aku sudah tidak berguna lagi untuk manusia.
Selain itu, aku adalah salah satu benda yang berada di bawah, ya … memang keberadaanku selalu dibawah. Aku tidak keberatan dengan itu, karena aku sudah biasa merasakannya, bahkan diinjak-injak pula sudah menjadi bagian dariku. Ya … aku tidak bisa mengelak dari hal itu, karena itu adalah tempatku dan diriku. Aku malah bersedih jika hanya dipajang saja. Ketika aku hanya diam di sebuah tempat yang mana manusia dapat melihat-lihat diriku untuk dijadikan miliknya aku masih tak apa, karena aku akan memiliki seorang pemilik diriku, yang artinya aku akan menjadi benda yang bermanfaat bagi manusia dan tujuan dari penciptaan diriku terpenuhi.
Namun jika para manusia menjadikan diriku sebagai miliknya tapi hanya sebagai pajangan atau koleksi, jujur saja itu mengecewakan diriku. Aku hanya merasa menjadi benda tak bernyawa yang tak ada gunanya. Jujur saja aku ingin berkata “wahai manusia, aku tak keberatan jika engkau injak dan selalu berada dibawah. Tapi aku sangat bersedih ketika engkau menjadikanku sebagai benda koleksi saja. Kau tahu? Aku diciptakan untuk membantu kalian, bukan untuk pajangan di lemari kalian. Tidakkah kalian para kolektor sepatu mengerti perasaanku? Jika kalian berniat hanya mengoleksi saja, lebih baik aku dimiliki oleh para pemulung yang tak beralas kaki. aku lebih senang bermain dengan lumpur dan tanah kotor, karena tujuanku diciptakan memang untuk itu.” harapanku adalah semoga manusia mengerti kami para sepatu walaupun kami bukan makhluk bernyawa.
Komentar
Posting Komentar