Mengangguhkan 3 hari untuk 3 hari lainnya | bagian dua


Helo... Selamat datang kembali di blog atau laman-Nafida...  Sama seperti sebelumnya saya akan nggunakan bahasa yang kesannya sok kenal sok dekat. Sepertinya saya mulai kecanduan. Ehehehe maafkan ya. Postingan sebelumnya adalah tentang peristiwa 26-28 Oktober 2018. Tepatnya kesalahpahaman yang pertama pada kegiatan makrab atau pelatihan ukm kampus saya. Beda dari sebelumnya, sekarang saya mau membahas tentang secuil materi pertama yang masih terngiang di otak saya hingga saat ini. Sebenarnya hanya beberapa kata, tapi entah kenapa kata-kata itu sedikit membuat saya jadi tergerak. 



Apakah kalian pernah menyesali seuatu? Atau belum move on dari sesuatu yang diinginkan tapi belum kesampaian. Saya sering nih gaes. Saya pernah dan sampai sekarang belum move on darinya. Tapi jika kalian sadar, hal tersebut lah yang menjadi penghambat kalian untuk berubah menuju kesuksesan lainnya. Contohnya, kalian belum move on dari mantan orang yang kalian suka, dan kalian keukeuh sama dia. Padahal masih ada orang yang lebih baik dari mantan tersebut dan lebih pantas untuk kalian sukai. Itu contoh simpel dan kebanyakan aja ya. Kalo contoh lainnya misalnya "kalian belum move on dari ketidak lolosan kalian saat daftar PTN yang kalian inginkan, padahal kalian udah diterima di PTN lainnya yang itu juga tentunya bagus. Tapi hati kalian masih aja menginginkan PTN yang kalian idamkan." maksud dari contoh tersebut adalah berarti kalian belum "Menerima kenyataan" nah itu yang diucapkan pemateri pertama yang masih terngiang di kepala saya. 



Selain belum bisa menerima kenyataan, kalian juga berarti belum mensyukuri apa yang kalian dapatkan. Coba saja bayangkan. Kalian itu adalah 1 dari beribu-ribu pendaftar yang diterima loh, kalo misalnya pendaftarnya ada beribu-ribu sih. Dan kalian lah yang terpilih. Tapi kalian masih aja belum bisa menerima bahwa kalian diterimanya di kampus itu, bukan di kampus yang kalian inginkan. Sama seperti saya saat beberapa tahun yang lalu. Dan hati yang belum move on itu berjalan dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Dan saya menyesal dengan ketidak terimaan saya pada kenyataan. Alhasil saya ketinggalan jauh dengan teman-teman saya lainnya karena masih aja mikirin kampus idaman saya dulu. Kalau saja saya dulu menerima Kenyataan bahwa saya sudah di tendang dari kampus itu, ups, tidak lolos maksudnya, mungkin saya sudah ikut berbagai kegiatan di kampus saya saat ini. Saya sudah memberikan sesuatu pada kampus saya saat ini. Dn itu jadi penyesalan buat saya.



Maka dari itu kawan, sadarlah dan terimalah kenyataan bahwa kamu memang begitu, tapi jangan malah membuat mu patah semangat. Buat lah itu sebagai ladang mu dalam berprestasi, berkarya, dan lainnya. Buktikan pada dunia bahwa dirimu bisa walaupun tidak melalui apa yang kamu harapkan dahulu. 



Semangat berproses kawan... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA MERONA

INDAH DIMATA-NYA

MENELAN DUSTA