Nge-Beach Camp di Pantai Drini Gunung Kidul Yogyakarta | bagian dua
Selamat datang kembali di blog laman-nafida. Masih pada judul “Nge-Beach Camp di Pantai Drini Gunung Kidul Yogyakarta” jadi sedikit berbeda dengan postingan sebelumnya, dimana aku mem-posting tulisan dengan kesan yang “mengajak” atau mungkin sok kenal sok dekat. Aku kurang tau istilahnya apa, jadi mohon dimaklumin kalau ada kata yang tidak baku dan sejenisnya.
Kalau sebelumnya membahas apa yang aku dapetin setelah nge-Beach Camp walaupun baru satu. Kali ini aku akan menceritakan perjalanan ang bener-bener perjalanan, mulai dari berangkat sampai balik lagi ke tempat asal.
Oke, karena sekarang kita berada pada jaman dimana dunia teknologi bekembang pesat, berati kita merasakan yang namanya pakai applikasi ‘whatsapp’. Yap dari situlah awal perjalanan kami. Setelah merencanakan jalan-jalan dan refresing, akhirnya kami memutuskan nge-Beach Camp di pantai Drini. Salah satu pesona wisata yang harus kalian kunjungi jika ingin menikmati seluruh wisata di D.I. Yogyakarta. Meskipun Yogakarta biasa dikenal sebagi kota pelajar dimana masyarakatnya ang masih kental dengan budayanya, tidak menutup kemungkinan jika wisata yang dimiliki bukan hanya candi-candi, keraton, dan pedestrian yang kita sebut malioboro saja, tapi ada juga wisata alam yang harus kalian kunjungi walaupun bukan berada di kota Yogyakarta. Salah satunya pantai Drini ini yang keberadaaanya di kabupaten Gunung Kidul.
Setelah kami menetapkan pantai Drini sebagai tempat tujuan, kami mulai tuh yang namanya ‘woro-woro’ atau pengumungan di grup whatsapp. Di grup itu kami membuat list siapa aja yang bakal ikut dan yang tidak ikut plus alasannya. Mulai deh kami nge-list siapa aja yang ikut, dan itu lumayan lah buat nge-Beach Camp, ya … lebih dari sepuluh orang deh. Tapi semakin dekat ke hari-H, tiba-tiba nama-nama di list itu ada beberapa yang mengilang (terhapus ya maksudnya). Dan berakhir hanya beberapa yang ikut. Aku lupa juga sih berapa. Intinya menyusut. Dan dari situ aku mulai ragu untuk ikut. Gimana tidak ragu, teman-teman yang ku kenal pada beralasan tidak ikut, dan tidak mungkin aku jalan sama orang yang tidak terlalu dekat. Ya … taulah gimana rasanya kalo kamu main sama orang yang nggak terlalu akrab, kan jadi canggung gitu, dan jadi hilang mood untuk main, terus saat hari-H bukannya seneng-seneng malah sebaliknya. Yah begitulah intinya.
Dan tepat pada hari H. Aku sudah tidak bisa menolak untuk ikut … *hiks. Tapi kalau aku tidak ikut nanti yang berpartisipasi hanya sedikit. Dan akhirnya aku ikut deh … yah … tapi aku nggak sedih kok, tadi cuma acting aja. Wkwkwkwk.
Oke perjalan kami saat hari-H dimulai. Untuk keberangkatan kami terbagi menjadi dua kloter. Kloter pertama siang hari sekitar jam satu atau dua siang, aku lupa. Intinya jam segituan lah. Dan kloter kedua berangkat sore sekitar habis ashar, aku juga lupa jam berapa. Hehehe. Dan aku ikut yang kloter ke dua, karena saat itu aku nebeng ke temen, jadi terserah temen mau berangkat jam berapa.
Aku berangkat dari kost untuk ngumpul di tempat janjian kumpul sebelum kloter satu berangkat, sekitar jam satu atau dua lah. Dan … aku baru berangkat ke tujuan habis maghrib. Oh tidackkk … aku nunggu lamaaa … banget nget. Hampir tiga jam lebih, tau gitu aku leyeh-leyeh di kost-an. Tapi … okelah tidak apa, aku orangnya sabar kok. Padahal itu belum diperjalanan, perjalanan dari kota Yogyakarta ke pantai Drini sekitar satu sampai satu setengah jam, kurang tau juga kalau macet, mungkin bisa lebih. Wuow…
Kloter kedua hampir saja mengurungkan niat untuk ikut nge-Beach Camp. Dan saat aku mengetahui itu, aku sedikit kecewa. Dalam hati ingin berteriak “Kembalikan tiga jam lebih ku sebelumnya …” tapi mereka masih memiliki rasa kasihan kok. Ya, mereka kasihan pada ku yang sudah nunggu lama. Jadi keputusan akhir kami berangkat deh… yeayyy….
Agak sedikit mendrama ya? Maaf kan daku. Ini masih baru keberangkatan, gimana selanjutnya? Simak terus postingan “Nge-Beach Camp di Pantai Drini Gunung Kidul Yogyakarta”.
Komentar
Posting Komentar